Suatu waktu di pagi hari, sang suami kembali setelah beberapa jam pergi memancing, dan dia memutuskan untuk istirahat tidur terlebih dahulu.

Meskipun tidak biasa dengan situasi kondisi dengan keadaan danau tersebut, sang istri memutuskan untuk pergi dengan menggunakan perahu sang suami, lalu dia pergi ke tengah danau, berhenti, dan melemparkan jangkar perahu tersebut, kemudian membaca buku yang telah dia bawa sebelumnya.

Beberapa saat kemudian, datanglah petugas penjaga danau, kemudian petugas tersebut merapat ke perahu sang istri tadi, dan berkata: “Selamat pagi, Bu, Apa yang sedang ibu lakukan”?

“Membaca buku”, dia menjawabnya sambil berpikir (“loh, bukannya sangat jelas terlihat?”)

“Ibu sedang berada di area terlarang untuk memancing”, sang petugas memberi tahu.

“Oh, maaf Pak, tapi saya sedang membaca buku, bukan sedang memancing.”

“Betul, akan tetapi Ibu telah membawa perlengkapan yang lengkap untuk memancing, jadi Ibu bisa kapan saja memancing. Saya terpaksa membawa ibu ke kantor dan memberikan surat pelanggaran.”

“Surat pelanggaran hanya untuk membaca buku??!!” jawab sang Istri.

“Ibu sedang berada di area terlarang untuk memancing,” jawab Petugas.

“Maaf Pak, tapi saya sedang membaca buku, bukan sedang memancing…”

“Betul, akan tetapi Ibu telah membawa perlengkapan yang lengkap untuk memancing, jadi Ibu bisa kapan saja memancing. Saya terpaksa membawa ibu ke kantor dan memberikan surat pelanggaran”.

“Jika demikian, saya akan menuntut Anda dengan pelecehan seksual”, jawab sang Istri.

“Loh, tapi menyentuh ibupun belum saya lakukan”, jawab sang petugas.

“Betul, akan tetapi Bapak telah membawa perlengkapan yang lengkap, jadi Bapak bisa melakukannya kapan saja”.

“Selamat membaca bukunya Bu …,” kemudian sang petugas tersebut pergi.